Minggu, 08 Mei 2011

Ternyata Adam Dilahirkan


Oleh Fazzan, S.Pd.I., MA

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mRata Penuhani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al-Mu’minuun: 12-14).
Ternyata Allah jauh-jauh hari semenjak 15 Abad yang lalu telah mengirim sinyal dalam Al-Qur’an bahwa manusia itu terbentuk menjadi dengan melalui tahapan-tahapan proses penciptaan. Mulai bersumber dari materi tanah, menjadi segumpal darah, segumpal daging, hingga menjadi bayi yang dilahirkan. Dalam buku “Ternyata Adam Dilahirkan” inilah Agus Mustafa menyajikannya dengan kajian yang sangat konprehensif dan spektakuler tentang asal-usul penciptaan manusia. Dalam bukunya, dimana Ia mengungkap tabir bahwa, sejarah penciptaan manusia ternyata terekam dalam DNA, yang dikenal dengan penyusunan genetika. Dari situlah misteri penciptaan “manusia pertama” mulai terbongkar.
Semua agama besar di dunia sepakat bahwa kita adalah keturunan Adam dan Hawa, pasangan legendaries, dan nenek moyang pertama manusia. Adam merupakan asala-muasal populasi manusia di muka Bumi. Namu penjelasan yang ada begitu singkat dan ringkas. Sehingga munculnya berbagai tafsiran tentang asal-usul keberadaan manusia pertama itu (Adam). Mulai dari yang bersifat dongeng, legenda, dogma, tafsir bahasa, sampai penulusuran yang bersifat ilmiyah. Semua itu belumlah memberikan gambaran yang akurat tentang informasi tenntang penciptaan Adam. Tetapi dalam Al-Qur’an Allah sepertinya ingin memancing kita untuk memahami lebih jauh tentang proses munculnya manusia pertama, sebagai peradaban manusia di planet ini.
Informasi penciptaan manusia pertama dalam Al-Qur’an menjadi kontroversi sepanjang sejarah. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya informasi yang eksplisit tentangnya. Dan membutuhkan kepiawaian dalam menginterpretasikannya secara utuh. Selama ini, cerita-cerita yang berkembang mengarahkan kita kepada suatu pengertian bahwa Adam dan Hawa diciptakan di Syurga. Syurga digambarkan terletah di suatu alam ghaib, di langit sana. Pendapat ini sebenarnya berimbas dari cerita-cerita tradisional bahwa “alam Tuhan” berada di langit. Seiring dengan “alam Dewi-dewi” dalam cerita pewayangan yang diadapsi dari luar Isla. Sebenarnya konsep seperti ini bukan konsep Islam. Melainkan konsep agama-agama Pagan yang justru diluruskan oleh datangnya Islam yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, termasuk keturunannya, yaitu Muhammad Saw.
Agama Islam, oleh Al-Qur’an , surga dipersepsikan dengan sangat realistic, sangat dekat, sekaligus luas meliputi alam semesta, sangat fisikal dengan gambaran keindahan khas bumi, sekaligus keindahan bathiniyah yang menyentuh alam jiwa kita yang paling dalam, sarat dengan kenikmatan duniawy, dan juga kenikmatan ukhrawy. Kesalahan dalam memahami syurga ini, pada gilirannya akan menyebabkan kita salah dalam memahami syurga di mana Adam dan Hawa pernah ditempatkan. Terjadi distorsi pemahaman yang sangat jauh, dari konsep syurga dalam Al-Qur’an. Jadi syurga yang ditempati Adam dan Hawa adalah sebuah taman yang ada di muka bumi.
Dari penelusurannya, penulis buku berkesimpulan bahwa Adam bukan pertama yang hadir kepermukaan bumi ini. Ia adalah generasi kesekian setelah jutaan tahun munculnya spesies manusia manusia di planet biru. Sepanjang penelusurannya, dalam ayat Al-Qur’an tidak pernah menyebutkan Adam sebagai manusi pertama. Demikian juga istrinya, bukan manusia yang kedua yang diciptakan setelah Adam. Justru banyak ayat Al-Qur’an yang mengindikasikan bahwa Adam dan Hawa adalah salah satu dari sekian banyak umat manusia yang sudah ada pada waktu itu.
Dari data-data yang ada, dapatlah kita ambil suatu kesimpulan sementara, ternyata Adam itu dilahirkan, karena memang ia bukan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah di muka bumi. Adam adalah al-insan, yanag merupakan spesies al-basyar yang sudah berperadaban tinggi. Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah ternyata bukan Adam. Ia tidak pernah disebut secara eksplisit oleh Al-Qur’an. Allah selalu menyebut manusia pertama itu secara kolektif sebagai al-basyar. Tidak ada penjelasan rinci tentang siapa dia dan bagaimana rupanya. Data-data ilmu pengetahuan pun masih sampai sekarang masih diselimuti kabut tebal yang penuh misteri.

0 komentar:

Posting Komentar